uptsdnpekuncen

Archive for June 2012

Apa kabar..

leave a comment »

eporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dalam rangka ikut berpartisipasi memperingati Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakabpro) ke 265 tahun 2011, Pemerintah Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Probolinggo, Sabtu (7/5) pagi menggelar kirab drum band. Start dan finish kirab drum band ini berada di Alun-alun Kraksaan.

Peserta pertama kirab drum band dilepas secara resmi oleh Ketua Umum Pengkab PDBI Kabupaten Probolinggo Kompol Sucahyo Hadi. Sementara peserta kedua dilepas oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Kusnadi.

Hadir dalam pelepasan tersebut, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Probolinggo H. Sirajuddin, Kasdim 0820 Probolinggo Mayor Inf. Agus Wahyudi serta beberapa kepala satker dan camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Rute yang harus dilalui oleh peserta kirab drum band dimulai dari Alun-alun Kraksaan, tepatnya depan guest house. Selanjutnya peserta berjalan ke arah timur melewati jalan raya. Sesampainya di Jalan Gus Dur peserta belok ke selatan. Lalu sampai pertigaan belok ke barat melewati Kelurahan Sidomukti. Kemudian peserta akan belok ke utara dan tembus di Sasana Krida Kraksaan dan finish kembali di Alun-alun Kraksaan.

Ketua umum Pengkab PDBI Kabupaten Probolinggo Kompol Sucahyo Hadi mengatakan kirab drum band ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari 21 peserta SD/MI, 8 peserta SMP/MTs, 1 peserta SMA/SMK/MA dan 5 peserta umum.

”Kirab drum band ini akan dijadikan sebagai sarana pembinaan bagi anggota PDBI di seluruh Kabupaten Probolinggo. Rata-rata tiap kecamatan telah memiliki grup drum band. Potensi ini perlu mendapatkan perhatian dan pembinaan khusus,” ujar Kompol Sucahyo Hadi.

Menurut Wakapolres Probolinggo ini, jumlah grup drum band di Kabupaten Probolinggo terus mengalami peningkatan. Grup drum band ini terdiri dari mulai tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga umum. Mereka tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Bahkan tiap kecamatan ada yang memiliki grup drum band lebih dari satu.

“Saya berharap supaya kegiatan ini bisa menjadi penyemangat drum band-drum band lain yang masih belum bisa mengikuti tahun ini. Sehingga ke depan mereka bisa termotivasi untuk turut serta mengikutinya,” harap Kompol Sucahyo Hadi.

Lebih lanjut Kompol Sucahyo Hadi menjelaskan kegiatan kegiatan ini merupakan agenda rutin dari PDBI yang dilaksanakan setiap setahun sekali. Kegiatan ini digelar sebagai upaya untuk mengasah ketrampilan yang dimiliki oleh masing-masing unit drum band yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Alhamdulillah, pelaksanaan kirab drum band kali ini sangat meriah jika dibandingkan dengan sebelumnya. Masyarakat sangat antusias menyaksikan jalannya kirab drum band ini mulai dari start hingga finish. Bahkan disepanjang rute yang dilaluinyapun sangat ramai oleh masyarakat setempat,” ungkap Kompol Sucahyo Hadi.

Dengan kirab drum band ini Kompol Sucahyo Hadi mengharapkan supaya drum band yang ada di Kabupaten Probolinggo bisa lebih maju dan berprestasi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

”Melalui kirab drum band ini saya berharap, PDBI Kabupaten Probolinggo bisa lebih maju dan bisa mengikuti even di tingkat nasional. Setidaknya prestasinya bisa lebih baik dari tahun sebelumnya,” pungkas Kompol Sucahyo Hadi.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Kusnadi menyampaikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya kirab drum band ini. Apalagi kegiatan ini mampu menghibur masyarakat terutama yang berada di Kota Kraksaan. ”Semoga kegiatan kirab drum band ini dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat dan mampu mencetak pemain drum band yang mampu mengukir prestasi di tingkat nasional,” ujar Sekdakab Kusnadi.

Peserta kirab drum band pertama adalah drum band Putri Mirqotul Ulum dari Desa Liprak Kulon Kecamatan Banyuanyar. Sementara peserta kirab drum band kedua Gita Islamiyah dari Desa Pajarakan Kulon Kecamatan Pajarakan. Selanjutnya disusul oleh drum band-drum band lain sebanyak 35 unit.

Berbeda dari sebelumnya, dalam kirab drum band kali ini PDBI Kabupaten Probolinggo tidak melakukan penilaian untuk menentukan drum band terbaik. Kali ini peserta kirab drum band hanya mengasah ketrampilan dan unjuk kebolehan saja. Sehingga keberadaan mereka bisa memberikan hiburan dan diterima di tengah-tengah masyarakat. (wan)

Advertisements

Written by misc10

June 27, 2012 at 12:43 am

Posted in School Base

Pelepasan kelas VI TP.2011/2012

leave a comment »

Tanggal 25 Juni 2012 merupakan moment yang sulit untuk dilupakan khususnya bagi siswa kelas VI SD Pekuncen karena pada tanggal tersebut bertepatan dengan kegiatan Pelepasan Siswa Kelas VI TP. 2011/2012. Tahun ini, siswa yang mengikuti kegiatan pelepasan sebanyak 117 siswa yang terdiri dari 57 siswa putra dan 60 siswa putri. Acara yang dilaksanakan di ruang Kelas VI Lantai II ini mendapat antusias yang luar biasa baik dari orang tua maupun dari siswa sendiri. Hal ini terlihat dari senyum kegembiraan yang tergambar jelas di wajah siswa-siswi yang didampingi oleh orang tua mereka.

Rangkaian acara pelepasan dimulai tepat pukul 09.00 yang diawali dengan pra acara. Pada pra acara ini banyak persembahan dari siswa kelas I – V dimulai dari Paduan Suara, Solo song dan Tari/ remo. Dilanjutkan sambutan-sambutan Kepala Sekolah serta wakil guru kelas VI. Dan juga ada sambutan dari Kabid TK/SD Dinas Pendidikan yaitu bapak Drs. H. Achmad Fauzi,MM juga ada dari Pengawas TK/SD Agama.

Dalam kesempatan ini juga, SD Pekuncen memberikan penghargaan kepada siswa kelas I-VI yang sudah menyumbangkan prestasinya selama di SD Pekuncen. Banyak prestasi yang telah diraih, akan tetapi penghargaan yang diberikan pada kesempatan ini merupakan prestasi yang diselenggarakan oleh Kemendiknas sebagai penyelenggaranya yaitu OSN, O2SN dan FLS2N

Prosesi pelepasan pun dilakukan dengan hikmat dan tertib. Hal ini terlihat dari rangkaian prosesi yang Alhamdulillah berjalan dengan baik. Peraih nilai tertinggi peringkat II se Kota Pasuruan diraih oleh Winie Septhia Dwicahyandari dan Fitri Febriyani dengan akumulasi nilai UN 28.9 (dua delapan koma sembilan).

Di penghujung berita, semoga alumni SD Pekuncen TP. 2011/2012 senantiasa berpegang teguh pada karakter keislaman yang sudah ditanamkan selama belajar 6 tahun di SD Pekuncen. Amin.

Written by misc10

June 27, 2012 at 12:38 am

Posted in School Base

Piagam Adipura Th.2012

Keluarga besar Pemerintah kota pasuruan pada hari ini Rabu 6 Juni 2012 menyambut kedatangan Walikota Pasuruan Bapak H. Hasani yang usai menghadiri penyerahan Piala Adipura Kategori Kota Sedang dari Presiden RI Dr.H.Susilo Bambang Yudhoyono. Dan peraih juara oleh 2 (dua) sekolah yaitu Adiwiyata Nasional untuk SMKN 1 Pasuruan dan Adiwiyata Nasional untuk SDN Kebonagung dari Menteri Negara Lingkungan Hidup dari Istana Negara pada selasa 5 Juni 2012. acara tersebut dimeriahkan dengan kirab drumband siswa-siswi sekolah diantaranya siswa/siswi SDN Pekuncen Kota Pasuruan juga mengikuti kirab dan sebagai pagar betis bapak walikota menuju kantor walikota

Written by misc10

June 25, 2012 at 2:32 am

Posted in School Base

Festival Seni Musik Tradisi Th.2012

Festival Musik Tradisi adalah suatu kemasan pergelaran karawitan / musik tradisi yang hidup dan berkembang di Jawa Timur dimana pelaku atau penyajinya adalah peserta didik / siswa Sekolah Dasar (SD) / Ml. Kegiatan ini bersifat edukatif, apresiatif, evaluatif dan motivatif. Materi festival adalah kemasan pergelaran garap karawitan / musik tradisi daerah di Jawa Timur yang dimainkan oleh anak-anak Sekolah Dasar, disesuaikan dengan usia anak-anak dan karya dimaksud belum pernah diikutsertakan pada lomba / festival; 2. Menggunakan jenis alat musik tradisional yang berkembang di daerah setempat; 3. Penataan (aransemen) musik mencerminkan kekhasan musik tradisi daerah setempat; 4. Tema karya betas sesuai versi anak (sesuai dengan karakter anak); 5. Durasi ± 10 (sepuluh) menu termasuk persiapan. Festival musik tradisi dilaksanakan di gedung Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur tanggal 16 Mei 2012, tema/ judul dari festival SDN Pekuncen ialah NGELURI/ BELAJAR/ MENCARI dan sinopsisnya ialah di dalam belajar/ mencari ilmu anak-anak/ siswa berusaha untuk tahu yang sedetil mungkin/ sejelas-jelasnya baik isi / maknanya. adapun Surat/ proposal yang dikirim mealui fax dan laporan Musik Tradisi Tahun 2012 UPT SDN Pekuncen.

Written by misc10

June 25, 2012 at 2:07 am

Posted in School Base

Surat edaran inspektorat (evaluasi Th.2011)

menindaklanjuti pengumpulan semua data dan berkas UPT SDN Pekuncen yang berisi dokumen-dokumen penting seperti buku penjagaan PNS, model DK, SK pengangkatan, buku absensi harian, daftar penerimaan manin/LP, buku inventaris/aset, kartu KIR dan KIB, RKAS BOS Pusat dan APBD serta laporan SPJ BOS Pusat & APBD juga pendukungnya, profil sekolah, BKU, Buku pajak, buku kas bantu. semua berkas diserahkan ke kantor inspektorat selambat-lambatnya 2 minggu setelah surat pemberitahuan. surat edaran inspektorat diterima sebagai tindak lanjut penyerahan dokumen ke inspektrat. surat temuan inspektorat diterima pada awal bulan maret 2012. Terdapat 8 (delapan) temuan Inspektur Pembantu wilayah III (Irban III) yang telah diperiksa oleh Bu Diah, Pak Budi dan Pak Sardi. Temuan tersebut secara garis besar tentang konsumsi, penggandaan, pembelian modal/aset. dari hasil temuan dari Irban III kantor inspektorat maka UPT SDN Pekuncen memberikan tanggapan dari edaran tersebut disertai bukti-bukti Temuan Inspoktorat pada tahun anggaran 2011. setelah mengumupulkan bukti-bukti/ dokumen dari temuan inspektorat maka kantor inspektorat mengeluarkan temuannya yang kedua. temuan kedua irban III Inspektorat ialah pembelian rak besi, latihan soal, pembelian ATK. dengan mengumpulkan bukti yang lebih lengkap UPT SDN Pekuncen mengirimkan kembali Surat Tanggapan Inspektorat Tahap II.

Written by misc10

June 25, 2012 at 2:06 am

Posted in School Base

Istighosah

Mendekati Momen penting seperti Ujian Nasional sekolah- sekolah di Indonesia, baik yang negeri ataupun yang swasta , berbondong-bondong mengadakan acara yang sering diberi nama “Istighosah” atau biasa dikenal dengan Doa Bersama.

Tapi benar nggak sih Doa Bersama yang dilakukan banyak pihak menjelang Ujian Nasional itu sesuai istilah Istighosah. Nah loh…

Ternyata pengertian dari Istighosah adalah :

“Do’a yang dimintakan kepada Alloh Ta’ala karena keadaan yang genting darurat. Jadi benar-benar dalam keadaan terdesak dan sungguh sangat butuh pertolongan.

Tentu implikasinya orang yang beristighosah benar-benar dalam keadaan tunduk merendahkan diri penuh harap kepada Alloh Ta’ala.”

Itu kata Ustadz Mudrika Ilyas, Lc yang dikutip dari blog http://quantan.blogspot.com/2008/11/istighosah.html.

Nah, Lantas apakah saat menjelang Ujian Nasional seperti sekarang ini merupakan “KONDISI GENTING DARURAT” seperti yang dimaksud oleh Pak Ustadz?

Okey, coba perhatikan makna Istighosah dari artikel berikut :

Kata “istighotsah” استغاثة berasal dari “al-ghouts”الغوث yang berarti pertolongan. Dalam tata bahasa Arab kalimat yang mengikuti pola (wazan) “istaf’ala” استفعل atau “istif’al” menunjukkan arti pemintaan atau pemohonan. Maka istighotsah berarti meminta pertolongan. Seperti kata ghufron غفران yang berarti ampunan ketika diikutkan pola istif’al menjadi istighfar استغفار yang berarti memohon ampunan.

Jadi istighotsah berarti “thalabul ghouts” طلب الغوث atau meminta pertolongan. Para ulama membedakan antara istghotsah dengan “istianah” استعانة, meskipun secara kebahasaan makna keduanya kurang lebih sama. Karena isti’anah juga pola istif’al dari kata “al-aun” العون yang berarti “thalabul aun” طلب العون yang juga berarti meminta pertolongan.

Istighotsah adalah meminta pertolongan ketika keadaan sukar dan sulit. Sedangkan Isti’anah maknanya meminta pertolongan dengan arti yang lebih luas dan umum.

Baik Istighotsah maupun Isti’anah terdapat di dalam nushushusy syari’ah atau  teks-teks Al-Qur’an atau hadits Nabi Muhammad SAW. Dalam surat Al-Anfal ayat 9 disebutkan:

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ

(Ingatlah wahai Muhammad), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu lalu Dia mengabulkan permohonanmu.” (QS Al-Anfal:9)

Ayat ini menjelaskan peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW memohon bantuan dari Allah SWT, saat itu beliau berada di tengah berkecamuknya perang badar dimana kekuatan musuh tiga kali lipat lebih besar dari pasukan Islam. Kemudian Allah mengabulkan permohonan Nabi dengan memberi bantuan pasukan tambahan berupa seribu pasukan malaikat.

Dalam surat Al-Ahqaf ayat 17 juga disebutkan;

وَهُمَا يَسْتَغِيثَانِ اللَّهَ

Kedua orang tua memohon pertolongan kepada Allah.” (QS Al-Ahqaf:17)

Yang dalam hal ini adalah memohon pertolongan Allah atas kedurhakaan sang anak dan keengganannya meyakini hari kebangkitan, dan tidak ada cara lain yang dapat ditempuh oleh keduanya untuk menyadarkan sang anak kecuali memohon pertolongan dari Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dari kedua cuplikan ayat ini barangkali dapat disimpulkan bahwa istighotsah adalah memohon pertolongan dari Allah SWT untuk terwujudnya sebuah “keajaiban” atau sesuatu yang paling tidak dianggap tidak mudah untuk diwujudkan.

Istighotsah sebenamya sama dengan berdoa akan tetapi bila disebutkan kata istighotsah konotasinya lebih dari sekedar berdoa, karena yang dimohon dalam istighotsah adalah bukan hal yang biasa biasa saja. Oleh karena itu, istighotsah sering dilakukan secara kolektif dan biasanya dimulai dengan wirid-wirid tertentu, terutama istighfar, sehingga Allah SWT berkenan mengabulkan permohonan itu.

Istighotsah juga disebutkan dalam hadits Nabi,di antaranya :

إنَّ الشَّمْسَ ‏تَدْنُوْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَبْلُغَ الْعَرَقُ نِصْفَ الْأُذُنِ, فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ اسْتَغَاثُوْا بِآدَمَ ثُمَّ ‏بِمُوْسَى ثُمَّ بِمُحَمَّدٍ

Matahari akan mendekat ke kepala manusia di hari kiamat, sehingga keringat sebagian orang keluar hingga mencapai separuh telinganya, ketika mereka berada pada kondisi seperti itu mereka beristighotsah (meminta pertolongan) kepada Nabi Adam, kemudian kepada Nabi Musa kemudian kepada Nabi Muhammad. (H.R.al Bukhari).

Hadits ini juga merupakan dalil dibolehkannya meminta pertolongan kepada selain Allah dengan keyakinan bahwa seorang nabi atau wali adalah sebab. Terbukti ketika manusia di padang mahsyar terkena terik panasnya sinar Matahari mereka meminta tolong kepada para Nabi. Kenapa mereka tidak berdoa kepada Allah saja dan tidak perlu mendatangi para nabi tersebut? Seandainya perbuatan ini adalah syirik niscaya mereka tidak melakukan hal itu dan jelas tidak ada dalam ajaran Islam suatu perbuatan yang dianggap syirik.

Sedangkan isti’anah terdapat di dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ

Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat.” (QS Al-Baqarah: 45)

UPT SDN Pekuncen mengadakan kegiatan istighosah di makam mbah Slagah pada 19 April 2012 yang diikuti oleh seluruh siswa kelas VI, guru kelas VI dan beberapa guru pendidik lainnya. Sedangkan pada tanggal 26 April 2012 istighosah dilaksanakan di makan KH Abdul Khamid atau dikenal dengan ranam Kyai Romo Khamid. Kyai Romo Khamid merupakan wali kesepuluh di nusantara Indonesia sebagai penerus dari walisongo. Dengan adanya istighosah yang tujuannya memohon ampun kepada Allah juga memohon doa agar diberi kelancaran dalam melaksanakan UNAS yang dilaksanakan pada 7 Mei 2012 dan tentunya berharap mendapat nilai baik.

Written by misc10

June 25, 2012 at 12:32 am

Posted in School Base

Istighosah menjelang UN 2012

leave a comment »

Mendekati Momen penting seperti Ujian Nasional sekolah- sekolah di Indonesia, baik yang negeri ataupun yang swasta , berbondong-bondong mengadakan acara yang sering diberi nama “Istighosah” atau biasa dikenal dengan Doa Bersama.

Tapi benar nggak sih Doa Bersama yang dilakukan banyak pihak menjelang Ujian Nasional itu sesuai istilah Istighosah. Nah loh…

Ternyata pengertian dari Istighosah adalah :

“Do’a yang dimintakan kepada Alloh Ta’ala karena keadaan yang genting darurat. Jadi benar-benar dalam keadaan terdesak dan sungguh sangat butuh pertolongan.

Tentu implikasinya orang yang beristighosah benar-benar dalam keadaan tunduk merendahkan diri penuh harap kepada Alloh Ta’ala.”

Itu kata Ustadz Mudrika Ilyas, Lc yang dikutip dari blog http://quantan.blogspot.com/2008/11/istighosah.html.

Nah, Lantas apakah saat menjelang Ujian Nasional seperti sekarang ini merupakan “KONDISI GENTING DARURAT” seperti yang dimaksud oleh Pak Ustadz?

Okey, coba perhatikan makna Istighosah dari artikel berikut :

Kata “istighotsah” استغاثة berasal dari “al-ghouts”الغوث yang berarti pertolongan. Dalam tata bahasa Arab kalimat yang mengikuti pola (wazan) “istaf’ala” استفعل atau “istif’al” menunjukkan arti pemintaan atau pemohonan. Maka istighotsah berarti meminta pertolongan. Seperti kata ghufron غفران yang berarti ampunan ketika diikutkan pola istif’al menjadi istighfar استغفار yang berarti memohon ampunan.

Jadi istighotsah berarti “thalabul ghouts” طلب الغوث atau meminta pertolongan. Para ulama membedakan antara istghotsah dengan “istianah” استعانة, meskipun secara kebahasaan makna keduanya kurang lebih sama. Karena isti’anah juga pola istif’al dari kata “al-aun” العون yang berarti “thalabul aun” طلب العون yang juga berarti meminta pertolongan.

Istighotsah adalah meminta pertolongan ketika keadaan sukar dan sulit. Sedangkan Isti’anah maknanya meminta pertolongan dengan arti yang lebih luas dan umum.

Baik Istighotsah maupun Isti’anah terdapat di dalam nushushusy syari’ah atau  teks-teks Al-Qur’an atau hadits Nabi Muhammad SAW. Dalam surat Al-Anfal ayat 9 disebutkan:

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ

(Ingatlah wahai Muhammad), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu lalu Dia mengabulkan permohonanmu.” (QS Al-Anfal:9)

Ayat ini menjelaskan peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW memohon bantuan dari Allah SWT, saat itu beliau berada di tengah berkecamuknya perang badar dimana kekuatan musuh tiga kali lipat lebih besar dari pasukan Islam. Kemudian Allah mengabulkan permohonan Nabi dengan memberi bantuan pasukan tambahan berupa seribu pasukan malaikat.

Dalam surat Al-Ahqaf ayat 17 juga disebutkan;

وَهُمَا يَسْتَغِيثَانِ اللَّهَ

Kedua orang tua memohon pertolongan kepada Allah.” (QS Al-Ahqaf:17)

Yang dalam hal ini adalah memohon pertolongan Allah atas kedurhakaan sang anak dan keengganannya meyakini hari kebangkitan, dan tidak ada cara lain yang dapat ditempuh oleh keduanya untuk menyadarkan sang anak kecuali memohon pertolongan dari Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dari kedua cuplikan ayat ini barangkali dapat disimpulkan bahwa istighotsah adalah memohon pertolongan dari Allah SWT untuk terwujudnya sebuah “keajaiban” atau sesuatu yang paling tidak dianggap tidak mudah untuk diwujudkan.

Istighotsah sebenamya sama dengan berdoa akan tetapi bila disebutkan kata istighotsah konotasinya lebih dari sekedar berdoa, karena yang dimohon dalam istighotsah adalah bukan hal yang biasa biasa saja. Oleh karena itu, istighotsah sering dilakukan secara kolektif dan biasanya dimulai dengan wirid-wirid tertentu, terutama istighfar, sehingga Allah SWT berkenan mengabulkan permohonan itu.

Istighotsah juga disebutkan dalam hadits Nabi,di antaranya :

إنَّ الشَّمْسَ ‏تَدْنُوْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَبْلُغَ الْعَرَقُ نِصْفَ الْأُذُنِ, فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ اسْتَغَاثُوْا بِآدَمَ ثُمَّ ‏بِمُوْسَى ثُمَّ بِمُحَمَّدٍ

Matahari akan mendekat ke kepala manusia di hari kiamat, sehingga keringat sebagian orang keluar hingga mencapai separuh telinganya, ketika mereka berada pada kondisi seperti itu mereka beristighotsah (meminta pertolongan) kepada Nabi Adam, kemudian kepada Nabi Musa kemudian kepada Nabi Muhammad. (H.R.al Bukhari).

Hadits ini juga merupakan dalil dibolehkannya meminta pertolongan kepada selain Allah dengan keyakinan bahwa seorang nabi atau wali adalah sebab. Terbukti ketika manusia di padang mahsyar terkena terik panasnya sinar Matahari mereka meminta tolong kepada para Nabi. Kenapa mereka tidak berdoa kepada Allah saja dan tidak perlu mendatangi para nabi tersebut? Seandainya perbuatan ini adalah syirik niscaya mereka tidak melakukan hal itu dan jelas tidak ada dalam ajaran Islam suatu perbuatan yang dianggap syirik.

Sedangkan isti’anah terdapat di dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ

Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat.” (QS Al-Baqarah: 45)

UPT SDN Pekuncen mengadakan kegiatan istighosah di makam mbah Slagah pada 19 April 2012 yang diikuti oleh seluruh siswa kelas VI, guru kelas VI dan beberapa guru pendidik lainnya. Sedangkan pada tanggal 26 April 2012 istighosah dilaksanakan di makan KH Abdul Khamid atau dikenal dengan ranam Kyai Romo Khamid. Kyai Romo Khamid merupakan wali kesepuluh di nusantara Indonesia sebagai penerus dari walisongo. Dengan adanya istighosah yang tujuannya memohon ampun kepada Allah juga memohon doa agar diberi kelancaran dalam melaksanakan UNAS yang dilaksanakan pada 7 Mei 2012 dan tentunya berharap mendapat nilai baik.

Written by misc10

June 19, 2012 at 12:46 am

Posted in Uncategorized