uptsdnpekuncen

SAMBUTAN MENTRI LH daam rangka Hari Lingkungan Hidup 2013

“Lingkungan yang sehat, nyaman, damai adalah hak semua insan, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu kita sebagai manusia dengan kelebihan akalnya juga harus menyadari bahwa mengelola lingkungan merupakan kewajiban umat manusia yang berakal sehat,”

Tema peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun 2013 ini adalah “Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi Untuk Selamatkan Lingkungan.” Tema ini dimaksudkan membuka kesadaran akan pentingnya menyikapi pemanfaatan sumber daya alam termasuk pemanfaatan bahan makanan secara bijak. Tema tersebut selaras dengan tema yang dikeluarkan oleh Badan Lingkungan Hidup Dunia, United Nations Environment Programme (UNEP), yaitu “Think-Eat-Save.” Makna mendasar dari tema ini adalah adanya urgensi seluruh umat manusia, baik secara individu, kelompok maupun negara, untuk mengubah pola konsumsi dan produksi atau gaya hidup menuju perubahan perilaku yang berkelanjutan.Persoalan lingkungan tidak dapat dilihat sebagai suatu yang berdiri sendiri, namun sangat terkait oleh perilaku manusia terutama dalam memenuhi kebutuhannya. Perubahan perilaku melalui gaya hidup tentu saja merubah pola ekstraksi sumber daya alam dan energi yang ada. Manusia didorong untuk tidak menggunakan sumberdaya alam secara tidak berkelanjutan.

Hasil studi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Tahun 2012 menunjukkan bahwa Indeks Perilaku Peduli Lingkungan (IPPL) masih berkisar pada angka 0,57 (dari angka mutlak 1). Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat kita belum berperilaku peduli lingkungan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Perilaku konsumsi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhannya, 49,3% berupa bahan makanan yang berasal dari luar daerahnya. Kondisi ini tentunya akan memberikan dampak bagi lingkungan seperti meningkatnya emisi karbon kegiatan pengangkutan bahan makanan tersebut dari daerah asal ketempat tujuan.

Beberapa hal yang patut dipertimbangkan bahwa perilaku “membuang” makanan bukan hanya berdampak pada pemborosan keuangan namun limbah makanan juga akan menyebabkan :

  • Pencemaran lingkungan. Sisa sampah organik yang berasal dari makanan hanya 2.2% yang dikomposkan, selebihnya dibuang dan menjadi beban pencemaran lingkungan.
  • Pemborosan konsumsi bahan bakar yang telah digunakan untuk transportasi,  penyimpanan  dan pendistribusian.
  • Penggunaan bahan kimia – seperti pupuk dan pestisida yang telah digunakan selama masa penumbuhan tanaman.

Makanan membusuk menciptakan lebih banyak metana (salah satunya penyebab gas rumah kaca dan berkontribusi terhadap pemanasan global). Dalam jumlah yang sama, metana 23 kali lebih kuat daripada C02 menyumbang pembentukan emisi gas rumah kaca.  Karenanya, besarnya jumlah makanan terbuang ke tempat pembuangan sampah secara signifikan berkontribusi terhadap perubahan iklim yang terjadi selama ini.

 

Written by misc10

October 12, 2013 at 12:32 am

Posted in School Base

%d bloggers like this: