uptsdnpekuncen

05_Comunity & PSM

Managing Basic Education (MBE)
Komite sekolah dibentuk di setiap sekolah sebagai hasil dari SK Menteri No. 202 untuk desentralisasi. Komite diharapkan bekerjasama dengan kepala sekolah sebagai partner untuk mengembangkan kualitas sekolah dengan menggunakan konsep manajemen berbasis sekolah dan masyarakat yang demokratis, transparan, dan akuntabel.
Undang-undang pendidikan bulan Juni 2003 (pasal 56) memberikan kepada komite sekolah dan madrasah peran untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan melalui: (i) nasihat; (ii) pengarahan; (iii) bantuan personalia, material, dan fasilitas; maupun (iv) pengawasan pendidikan. Buku Pedoman memberikan rincian lebih lanjut mengenai peran-peran tsb sedang dalam proses.
Pertemuan-pertemuan formal, dilakukan secara regular, tetapi tidak sering. Sering mereka diundang oleh kepala sekolah untuk mendiskusikan perencanaan, pelaksanaan dan pendanaan rencana pengembangan sekolah (RAPBS), tetapi mereka dapat diundang oleh kepala sekolah maupun oleh ketua komite untuk mendiskusikan hal hal yang berkaitan dengan kalender sekolah. Program-program yang dikembangkan dalam pertemuan-pertemuan ini menunjukkan kecenderungan terfokus pada perbaikan fisik sekolah.
Aktivitas peningkatan kualitas pendidikan pada umumnya nampak tidak mengacu pada isu-isu penting belajar mengajar. Walaupun demikian, dampak positif perencanaan bersama pengembangan program dapat dilihat di banyak sekolah.
Komite sekolah dengan semangat tinggi merinci perubahan-perubahan di sekolah di dalam 4 bidang peningkatan pembelajaran, guru dan kesejahterannya, fasilitas sekolah yang lebih baik, dan perbaikan lingkungan fisik.
Walaupun demikian, ada kendala-kendala. Kendala yang paling menonjol adalah usaha sekolah untuk mendanai program yang berani, terutama karena perencanaan dilakukan lebih dulu, dan kemudian dicarikan pendanaannya. Komite dan sekolah melaksanakan wiraswasta dalam hal ini dengan mengunakan berbagai cara untuk mengumpulkan dana termasuk: penjualan, canvassing, eliciting donator.
Sebagai mediator dengan masyarakat komite sekolah melibatkan orang tua siswa dalam kegiatan sekolah – dalam hal ini melalui pembentukan paguyuban kelas.
Dasar Pelaksanaan
1. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (Propenas) 2000 – 2004;
2. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah;
3. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
4. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kegiatan Pembinaan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah Nomor 0106.0/023-03.0/-2007, tanggal 31 Desember 2006.
Komite sekolah dibentuk oleh sekolah dengan tujuan…
Download SK Komite Tahun 2008.
Struktur Organisasi Komite Sekolah Tapel 2008/2009.

RINCIAN TUGAS
DEWAN/KOMITE SEKOLAH

KETUA DEWAN/KOMITE SEKOLAH
1. Bersama-sama pengurus lain dan anggota menyusun rencana pogram Dewan/Komite Sekolah.
2. Mengesahkan rencana pogram kerja Dewan/Komite Sekolah.
3. Melaksanakan keputusan hasil musyawarah yang ditetapkan oleh anggota melalui rapat rapat.
4. Mengundang rapat-rapat harian Dewan/Komite Sekolah kepada Kepala Sekolah.
5. Mengkomunikasikan hasil rapat Dewan/Komite Sekolah kepada Kepala Sekolah.
6. Mengundang rapat pihak sekolah atas undangan Kepala Sekolah.
7. Menghadiri rapat dinas sekolah atas undangan Kepala Sekolah.
8. Menerima klarifikasi sumber pembiayaan sekolah yang berasal dari pemerintah dan kebutuhan sekolah.
9. Menerima klarifikasi persoalan yang dihadapi sekolah.
10. Memberikan edaran,imbauan dan atau bentuk lain kepada Stakeholders.
11. Mengesahkan segala keputusan Dewan/Komite Sekolah dan atau keputusan bersama dengan sekolah, melalui penandatangan yang disahkan dengan cap resmi.
12. Mengadakan pertanggungjawaban keuangan yang dititipkan masyarakat kepada sekolah.
13. Mengesahkan pemberian penghargaan Dewan/Komite Sekolah kepada Kepala Sakolah,guru,staf TU yang Berprestasi.
14. Memberikan perintah kepada bendahara untuk mengeluarkan/memberikan sejumlah dana atas pengajuan sekolah.
15. Memberikan sanksi kepada anggota pengurus yang tidak dapat menunaikan tugas dengan baik.
16. Mengevaluasi pogram kerja Dewan/Komite Sekolah.

WAKIL KETUA DEWAN/KOMITE SEKOLAH
1. Bersama-sama pengurus lain dan anggota menyusun rencana pogram kerja Dewan/Komite Sekolah.
2. Membantu Ketua Dewan/Komite Sekolah dalam melaksanakan tugas.
3. Menjalankan tugas Ketua Dewan/Komite Sekolah apabila Ketua Dewan/Komite Sekolah berhalangan.

SEKRETARIS DEWAN/KOMITE SEKOLAH
1. Membuat agenda kerja bersama-sama ketua dan para bidang yang ada.
2. Menyusunadmiistrasi (personel,sarana dan prasarana serta hal yang dipandang penting).
3. Membuat dan mengedarkan undangan rapat dibantu oleh staf yang dituju.
4. Membuat laporan-laporan kepada pihak yana terkait.
5. Membuat notulen rapat.
6. Mengagendakan surat masuk dan keluar dibantu oleh staf yang ditunjuk.

BENDAHARA DEWAN/KOMITE SEKOLAH
(TEKNIS OPERASIONAL PEMBUKUAN)
1. Menerima,membukukan,mengamankan dana yang diperoleh dari bantuan masyarakat setelah memperoleh pengesahan Dewan/Komite Sekolah.
2. Mengeluarkan dan membukukannya pengeluaran dana kepada sekolah atas persetujuan Dewan/Komite Sekolah.
3. Melaporkan keadaan keuangan kepada anggota Dewan/Komite Sekolah,sekolah dan masyarakat atas persetujuan ketua Dewan/Komite Sekolah.

=====================================
Paguyuban Kelas
Salah satu wujud peran serta masyarakat adalah terbentuknya paguyuban kelas yang disusun tiap tahun terdiri dari beberapa pengurus dalam tiap kelasnya.

Written by misc10

May 31, 2009 at 11:39 pm

%d bloggers like this: